Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juni 2012

Sejarah Sepakbola

Sepak bola adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing beranggotakan sebelas orang Olahraga ini sangat terkenal dan dimainkan di 200 negara. Permainan sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola kulit berukuran 27-28 inci. Lapangan yang digunakan dalam permainan ini memiliki lebar 50-100 yard dan panjang 100-300 yard. Gawang tempat mencetak gol terletak di bagian ujung lapangan dengan dibatasi jaring berukuran tinggi 8 kaki dan lebar 24 kaki.

Sejarah

Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina. Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.

Posisi Pemain


Penjaga gawang dalam sepak bola.
Pada dasarnya, satu tim sepak bola terdiri dari 1 orang penjaga gawang, 2-4 orang pemain bertahan, (fullbacks), 2-4 orang pemain tengah, dan 1-3 orang penyerang. Penjaga gawang adalah satu-satunya pemain yang boleh menggunakan tangan untuk melindungi gawang dari serangan lawan. Umumnya, penjaga gawang mengenakan pakaian yang berbeda dengan pemain lainnya Pemain bertahan memiliki tugas utama untuk menghentikan serangan lawan. Pemain tengah biasanya terdiri dari pemain tengah penyerang yang bermain dekat dengan penyerang dan pemain tengah bertahan yang bermain dekat dengan pemain bertahan Penyerang memiliki tugas utama untuk mencetak gol ke gawang lawan.
Posisi dasar pemain dapat mengalami modifikasi menjadi berbagai pola atau taktik permainan. Beberapa pola pemain yang sering digunakan dalam berbagai kejuaraan adalah 4-4-2 (paling sering digunakan), 3-4-2-1 (kekuatan terletak di bagian tengah lapangan), serta 4-3-3 (formasi klasik dari tahun 1970-an yang sering digunakan oleh sistem total football Belanda dan Jerman Barat ).

Aturan


Lapangan sepak bola.

Lapangan permainan

Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola yang digunakan memiliki panjang yang berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan panjang 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter. Di bagian depan dari gawang terdapat area pinalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang Area ini merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah pelanggaran mendapatkan hadiah tendangan pinalti atau tidak.

Lama permainan

Lama permainan sepak bola normal adalah 2 × 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak. Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat menentukan berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage time.
Gol yang dicetak dalam perpanjangan waktu akan dihitung menjadi skor akhir pertandingan, sedangkan gol dari adu penalti hanya menentukan apabila suatu tim dapat melaju ke pertandingan selanjutnya ataupun tidak (tidak mempengaruhi skor akhir). Pada akhir tahun 1990-an, International Football Association Board (IFAB) memberlakukan sistem gol emas (golden gol) atau gol perak (silver gol) untuk menyelesaikan pertandingan. Dalam sistem gol emas, tim yang pertama kali mencetak gol saat perpanjangan waktu berlangsung akan menjadi pemenang, sedangkan dalam gol perak, tim yang memimpin pada akhir babak perpanjangan waktu pertama akan keluar sebagai pemenang. Kedua sistem tersebut tidak lagi digunakan oleh IFAB.

Pelanggaran


Wasit sedang memberikan kartu kuning.
Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah. Pertandingan akan dihentikan dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian mencatat namanya di dalam buku. Kartu kuning merupakan peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan kartu merah dan keluar dari pertandingan
Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat yang membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan, melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola untuk mencegah gol, dan menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang.

Wasit dan Petugas Pertandingan

Dalam pertandingan profesional, terdapat 4 petugas yang memimpin jalannya pertandingan, yaitu wasit, 2 penjaga garis, dan seorang petugas di pinggir tengah lapangan. Wasit memiliki peluit yang menandakan apakah saat berhenti atau memulai memainkan bola. Dia juga bertugas memberikan hukuman dan peringatan atas pelanggaran yang terjadi di lapangan. Masing-masing penjaga garis bertanggung jawab mengawasi setengah bagian dari lapangan. Mereka membawa bendera dengan warna terang untuk menandakan adanya pelanggaran, bola keluar, ataupun offside. Biasanya mereka akan bergerak mengikuti posisi pemain belakang terakhir.
Petugas terakhir memiliki tugas untuk mencatat semua waktu yang sempat terhenti selama pertandingan berlangsung dan memberikan info mengenai tambahan waktu di akhir setiap babak. Petugas ini juga bertugas memeriksa pergantian pemain dan menjadi penghubung antara manager tim dengan wasit. Dalam beberapa pertandingan, teknologi penggunaan video atau penggunaan orang kelima untuk menentukan ketepatan keputusan wasit mulai digunakan. Misalnya yang menentukan apakah suatu bola telah melewati garis atau apakah seorang pemain berada dalam keadaan offside ketika mencetak gol.

Kejuaraan Internasional


Permainan sepak bola wanita.
Kejuaraan sepak bola internasional terbesar ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association (FIFA). Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali dan dimulai di Uruguay pada tahun 1930. Pencetus ide tersebut adalah Jules Rimet, seorang pengacara dan pengusaha Perancis yang terinspirasi setelah menonton Olimpiade Paris tahun 1924.
Kompetisi international tertua di dunia adalah Copa America yang mempertandingkan tim-tim dalam wilayah Amerika Selatan setiap dua tahun sekali. Copa America pertama kali diadakan tahun 1916 dan diikuti oleh 10 negara yang akhirnya membentuk The South American Football Confederation (Conmebol) Untuk wilayah Amerika Utara, The Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football (CONCACAF) menyelenggarakan kompetisi internasional setiap empat tahun sekali yang disebut Piala Emas CONCACAF. Di kawasan Asia, negara-negara yang tergabung dalam Asian Football Confederation (AFC), mengadakan kompetisi internasional pertama tingkat Asia pada tahun 1956 di Hongkong yang disebut Piala Asia Pada tahun 1960, kompetisi tingkat regional Eropa diadakan untuk pertama kalinya dengan nama European Nations' Cup yang kemudian disebut sebagai UEFA European Championship (Piala Eropa atau EURO). Di wilayah Oseania (meliputi Australia, Selandia Baru, dan berbagai Kepulauan Pasifik), kompetisi international setiap dua tahun dimulai sejak tahun 1996 disebut Piala Oseania. Untuk wilayah Afrika, kompetisi Piala Afrika mulai diadakan sejak 1957 di Khartoum.

Sepak bola di Indonesia

Sejarah sepak bola di Indonesia diawali dengan berdirinya Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 dengan pimpinan Soeratin Sosrosoegondo. Dalam kongres PSSI di Solo, organisasi tersebut mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Sejak saat itu, kegiatan sepak bola semakin sering digerakkan oleh PSSI dan makin banyak rakyat bermain di jalan atau alun-alun tempat Kompetisi I Perserikatan diadakan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kebangkitan "Sepakbola Kebangsaan", Paku Buwono X mendirikan stadion Sriwedari yang membuat persepakbolaan Indonesia semakin gencar.
Sepeninggalan Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tidak terlalu memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi. Pada era sebelum tahun 1970-an, beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-17, U-19, dan U-23).dsb.

Selasa, 14 Februari 2012

Rumah Mewah para Pemain Premier League

Memiliki rumah mewah menjadi hal yang biasa bagi pesepakbola dunia. Begitu pun dengan pemain bintang di Premier League. Rumah indah yang dilengkapi dengan pusat kebugaran tampaknya menjadi hal yang wajib bagi para pesepakbola. Dengan gaji yang tinggi, mereka dengan mudahnya memilih dan memiliki hunian kelas satu.

Berikut ini adalah daftar pemain pemilik rumah-rumah megah. Siapa sajakah mereka?

1. Wayne Rooney
Striker andalan Manchester United ini memiliki rumah neo-Georgia di daerah Cheshire, Inggris yang bernilai £11,3 juta atau sekitar Rp160 miliar. Rooney sudah menghabiskan uang sebesar £4 juta atau sekitar Rp56 miliar untuk memperbaiki rumah yang dibelinya di tahun 2004. Ia memiliki bioskop mini, kolam renang bahkan sebuah stadion pribadi. Tidak hanya itu, Rooney dan sang istri, Coleen, juga sangat ketat untuk urusan pengamanan rumah, Mereka menghabiskan £30 ribu atau sekitar Rp425 juta untuk kamera CCTV.

2. Frank Lampard
Gelandang veteran Chelsea ini memiliki rumah di daerah Chelsea bernilai £8,5 juta atau sekitar Rp120 miliar. Rumah utamanya itu hanya berjarak beberapa blok saja dengan Stamford Bridge. Rumah yang memiliki enam kamar tidur dan enam kamar mandi itu sayangnya harus dijual ketika hubungan Lampard dan tunangannya ketika itu, Elen Rives, berakhir. Tapi, ia tidak perlu khawatir harus mencari rumah baru karena ia juga sudah memiliki rumah di daerah Surrey, Inggris yang bernilai £5 juta atau sekitar Rp71 miliar. Di rumah ini ia menghiasi garasi mobilnya dengan mobil Ferrari 599 berwarna biru.

3. Peter Crouch
Meskipun sudah pindah ke Stoke City, tapi suami dari Abbey Clancy ini memiliki rumah di daerah Weybridge, Surrey, Inggris dengan empat kamar tidur yang bernilai lebih dari £5juta atau sekitar Rp78 miliar. Ia menghabiskan sekitar £880 ribu atau sekitar Rp12 miliar untuk memperbaiki rumahnya. Salah satunya dibelanjakan untuk membeli mobil Ferrari dan tempat tidur panjang yang sesuai dengan tinggi badannya yang hampir 2 meter.

4. Steven Gerrard
Kapten Liverpool ini memiliki rumah di Freshfield, Merseyside, Liverpool. Rumah dua lantai yang bernilai £3,35juta atau sekitar Rp47 miliar itu memiliki sebuah pusat kebugaran yang besar. Rumah yang dikelilingi kaca dan tembaga senilai £350  ribu atau sekitar Rp4 miliar itu juga mempunyai kode pos yang berbeda dengan rumah di sekitarnya. Di tahun 2007 rumah Gerrard pernah dibobol maling yang mengambil perhiasan dan jam tangan mewah bernilai ratusan ribu poundsterling.

5. John Terry
Kapten Chelsea ini memiliki rumah di daerah Oxshott, Surrey, Inggris senilai £3 juta atau sekitar Rp42 miliar. Di dalamnya terdapat kolam renang, sauna, jacuzzi dan juga pusat kebugaran pribadi. Ia juga membelikan sang ibu dan juga mertuanya rumah di daerah yang sama. Oxshott memang daerah yang populer untuk pesepakbola, selain Terry ada Ashley Cole, Scott Parker dan Joe Cole juga mempunyai rumah di daerah tersebut.

Mobil Mewah Favorit Para Pemain Bola Dunia

Pemain sepak bola selain hebat dalam mengolah si kulit bundar, juga punya kegiatan di luar lapangan yang cukup heboh. Sebut saja David Beckham, selain dikenal memiliki tendangan akurat, ia juga punya aktivitas segudang di luar rumah. Mulai dari bintang iklan hingga punya rumah yang sangat mewah. Cristiano Ronaldo pemain asal Portugal ini sering dilirik para pengusaha untuk membintangi iklan.

Dari sekian banyak hobi para pemain bola, salah satunya adalah koleksi mobil. Berikut ini, 10 koleksi mobil yang paling digemari dan banyak dicari para pemain bola :

1. BMW X5 4.81SE



Mobil berkecepatan 150mph 286 g/km dimiliki sedikitnya 16 pemain bola. Mereka di antaranya adalah wayne Rooney, John Terry, Robbie Keane, Xabi Alonso. Mobil ini dipasaran dijual pada kisaran harga 49.980 poundsterling, atau sekitar Rp 705 juta.

2. Bentley Continental GT


Bentley Continental GT. Kendaraan berkecepatan 195mph 396 g/km dijual dengan harga 117.500 poundsterling, atau setara dengan Rp 1,66 miliar. Nah, sedikitnya ada 13 pemain yang memilikinya. Di antara mereka adalah Steven Gerrard, Nicolas Anelka, Jermain Defoe, dan Gary Neville.

3.  Audi A3 3.2 VR6 3.2 liter



Mobil berlambang empat angka 0 (seperti rantai) ini dijual dengan harga yang relatif murah, yakni 27.235 poundsterling atau sekitar Rp 385 juta. Kendaraan berkecepatan 131-147mph 250 g/km ini sudah dimiliki oleh enam pemain, seperti Gabriel Agbonlahor, Cesc Fabregas, Cameron Jerome, Micah Richards , Armand Traoré dan Theo Walcott.

4. Range Rover Sport 4.4 V8 HSE



Mobil gagah ini dimiliki dan paling banyak dicari pemain bola. Sedikitnya ada 21 pemain yang menggemarinya. Mereka adalah John Terry, Xabi Alonso, Rio Ferdinand, Craig Gardner, Peter Crouch, dan Tim Cahill. Mobil berkecepatan 130mph 352g/km ini dipasarkan dengan harga 54.500 poundsterling (Rp 771 juta).

5. Aston Martin DB9 5.9 liter


Pemilik mobil ini antara lain Peter Crouch, Jermain Defoe, Frank Lampard (Chelsea), Wayne Rooney dan Anthony Gardner. Mobil berharga 119.850 poundsterling (Rp 1,7 miliar), dan berkecepatan 186mph 394 g/km.